17 July 2007

Keser

BAGIKAN
Wah, ketika saya kecil dulu suka mencari batu-batu anu nemprak di sekitar sungai Cimanuk. Ukurannya yang hampir menyerupai telapak tangan, sangat pas untuk dijadikan kokojo dalam permainan khas Sunda. Permainan itu terkenal dengan istilah "Keser". Secara etimologis, keser berarti memindah sesuatu dari satu tempat ke tempat lain. Maka, tak heran jika kita sedang duduk-duduk di golodog pasti akan ada orang yang berujar: "Awas.., ngeser saeutik".

Sekarang ketika saya pulang kampung ke Waruga 2, tidak menemukan anak-anak yang kemana-mana membawa batu nemprak. Paling juga membawa mobil-mobilan impor dari China dan Jepang, seperti mobil Tamiya yang sering dibawa-bawa oleh Yankuro dulu. Kalau dulu tangan saya kekar karena keseringan melemparkan batu nemprak yang beratnya hampir 0,5 kilogram, anak sekarang tangannya besar karena tertimbun lemak.

Tapi, kok, perut saya ngagibleug begini? Apa tak salah..., sekarang saya jarang lagi membawa batu nemprak untuk dijadikan kokojo dalam permainan "keser". Betis saya juga tidak sekuat dulu. Sekarang...tidak lagi neuhneur. Mungkin harus mencoba kembali ngeser-ngeserkeun batu yang nemprak itu. Biar kayak Maradona dulu. Bukan sekarang. Karena Maradona sekarang jalannya juga ngageboy....!
BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: