1 October 2007

Mudik

BAGIKAN
Iraha ente ek mudik, ron? Pami tos tuslah wae pulang teh?

Pasti kalau hari raya Idul Fitri atau Lebaran semakin mendekat, orang-orang ribut membincangkan mudik. Segala persiapan untuk mudik pun telah siap sedia agar perjalanan selamat sampai tujuan. Aktivitas kebudayaan masyarakat ini -- katanya -- mirip dengan yang dilakukan warga Amerika Serikat. Terutama ketika merayakan Thank's Giving Day. Melakukan perjalan pulang kampung untuk berkumpul bersama sanak-keluarga, teman semasa kecil, dan warga yang saya cintai adalah tujuannya.

Ya, untuk Lebaran tahun ini saya mudik H-3 saja. Biar saja sudah tuslah juga. Paling banter ongkos ke Garut sekitar Rp. 10.000, ongkos angkutan umum jurusan Terminal-Leuwigoong Rp. 5000, dan ojek ke kampung Waruga Rp. 8000. Biasa! kalau mendekati hari Lebaran ongkos suka naik tak kepalang tanggung. Pernah -- tahun kemarin -- saya membayar ongkos ojek dari terminal Garut ke Waruga Rp. 25.000. Tapi, njoy aja lagi. Itu rezeki mereka, karena tidak setiap hari kok!

Secara istilah mudik diambil dari bahasa Malayu, yang berarti girang. Dan, kata ini acap kali disandingkan dengan kata hilir, yang berarti daerah yang dialiri oleh air dari girang. Kampung saya juga bernama waruga hilir, karena berada di daerah yang dialiri air sunga Cimanuk dari girang. Jadi, tak salah kalau ada yang ngomong hilir-mudik. Itu artinya sama dengan pulang-anting, bolak-balik dari girang datang ke hilir dan begitulah seterusnya.

Karena mudik itu artinya sama dengan sesuatu yang berada di dataran yang lebih tinggi (girang). Maka, bagaikan air dari hilir yang dinaikkan ke girang, susahnya minta ampun.

Begitu juga dengan mudik. Tiap setahun sekali, ketika arus mudik terjadi pasti jalan raya akan macet, dan butuh upaya dari pemerintah untuk menanggulanginya. Sama seperti ketika kita akan menyedot air dari daerah hilir. Harus menggunakan alat penyedot atau turbin agar air dari hilir ke mudik bisa dialirkan.

Pertarosanna, saderek tos gaduh parabotan anu tiasa digunakeun pikeun mangpalerkeun kaboseunan nalika nungguan mobil anu macet? sami sapertos urang bade nyedot cai ti hilir ka girang. Keudah ngagaduhan parabotan.

Tapi, tenang saja masih dua pekan lagi lebaran tiba. Sadiakeun wae persiapan fisik, pesak, jeung paseuk.

Wilujeng mudik Lebaran 1428 H.
BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: