31 December 2007

Tawaran Islam “Ka Urang Sunda”

BAGIKAN
Oleh SUKRON ABDILAH

Islam sebagai satu agama diyakini berasal dari Tuhan, sedangkan budaya lokal (Sunda) berasal dari hasil olah karsa, karya, dan cipta manusia Sunda sebagai hasil dari upaya dialektika dengan realitas hidup. Produk kebudayaan urang Sunda itu tidak sepenuhnya hasil murni kreativitas masyarakat Pasundan, tapi ada semacam akulturasi dan hibridasi dengan kebudayaan yang dibawa orang-orang di luar Sunda. Begitu juga dengan Islam dan Sunda. Keduanya akan saling memberikan pengaruh yang terlihat maupun tak terlihat sehingga melahirkan kekhasan ritual keagamaan dan kebudayaan yang me-lokal.

Agama Islam pada mulanya berasal dari luar ( Persia , Gujarat , Arab, atau Cina) yang datang ke Nusantara, kemudian melewati mekanisme proses kultural dan terjadi proses tawar-menawar antara keduanya hingga nilai-nilai Islam bisa me-lokal. Namun, ketika ditawar oleh khazanah budaya lokal, Islam yang dibawa oleh Timur Tengah tidak menerima apa adanya, dalam bahasa lain ada penolakan (konfrontasi) dan penerimaan atau peleburan yang aktif (konvergensi). Untuk konteks kekinian, gerakan agama ini bisa dilihat dari pemilahan Islam modernis dan tradisional.

Pada upaya pertama, didasari gerakan Islam modern yang cenderung menentang dan men-bid’ah-kan kebudayaan masyarakat lokal dengan alasan untuk menjaga kemurnian konsepsi teologis (furifikatif). Sedangkan pada upaya kedua, kebanyakan diusung oleh kaum Islam Sunda yang post-tradisional dan post-modernisme, karena telah sedemikian gerah dengan pengagungan rasionalitas masyarakat modern. Mereka, melakukannya untuk mencoba menghadrikan suara-suara purba yang terpendam dalam setiap warisan kebudayaan yang diproduksi masyarakat lokal.

Mengapa saya hanya menyertakan agama Islam dan Sunda sebagai sebuah pabrikasi kearifan lokal dalam artikel ini? Alasannya, karena tidak dimungkiri lagi bahwa Islam sebagai agama, eksistensinya di tatar Sunda telah diakui bahkan diyakini sebagai agama dominan suku Sunda, hingga sampai sekarang urang Sunda masih ada yang sosorongot bahwa Islam (adalah) Sunda, dan Sunda (itu) Islam, seperti yang pernah dilontarkan muslim modernis alm Endang Saefudin Anshari (ESA) pada tahun 1967 di Bandung.

Daya tawar
Dalam perspektif Bambang Q-Anees, dosen teologi dan filsafat UIN Bandung, adagium dari ESA merupakan bentuk dari prosesi tawar-menawar antara agama terhadap budaya atau juga sebaliknya, budaya terhadap agama. Daya tawar adalah upaya untuk menghilangkan atau menurunkan suatu nilai daya kekuatan dari tradisi pendatang serta berfungsi untuk mengharmonikan yang asing dalam kearifan lokal. Melalui daya tawar, hal-hal baru dari luar wilayah tradisi tidak diterima begitu saja, namun dimodifikasi dari keasliannya, disesuaikan dengan daya terima tradisi (www.gerbang.jabar.go.id).

Dalam bahasa lain, siapa yang bisa menawar, merekalah yang akan memberikan dominasi atas sebuah masyarakat. Dalam konsep teologis, urang Sunda disinyalir memiliki kepercayaan monoteisme, seperti yang tercermin pada konsep ketuhanan yang mengakui sanghyang Keursa atau batara tunggal, sebagai pengakuan bahwa alam raya ini hanya dikuasai oleh Tuhan yang Maha Tunggal. Dengan demikian, masyarakat Sunda lebih mudah menerima agama Islam sebagai jati diri urang Sunda karena Islam memiliki konsepsi teologi yang monoteis juga.

Agama (Islam) di tatar Sunda akan bermetamorfosa ke dalam pelbagai bentuk, sebagai “akibat samping” dari respon, kreasi atau reaksi para penyebar agama Islam dan kekukuhan masyarakat Sunda memegang kebudayaannya ketika berdialektika dalam sebuah ruang-waktu yang temporer. Alhasil, dengan pertemuan antara Islam atau agama lain dengan realitas kultural masyarakat etnik Sunda, lahirlah apa yang diistilahkan dengan kearifan lokal (local wisdom).

Lantas, pertanyaan yang mesti kita kemukakan pada tulisan ini, adalah: bagaimana posisi ajaran Islam ketika tersebar di wilayah tatar Sunda? Apakah Islam mendapat perlawanan sengit, penolakan halus, ataukah urang Sunda berkorvegensi dengan nilai-nilai Islam dalam merancang bangunan kebudayaannya? Terakhir, apakah nilai-nilai Islam “meng-ada” di tatar Sunda hanyalah untuk menyingkirkan nilai-nilai lokal yang sebetulnya memiliki derajat kebenaran ontologis yang sama dengan nilai-nilai agama yang berkarakter universal, termasuk Islam?

Akulturasi Islam dan Sunda
Secara historik, menurut Ayatrohaedi (1986), masuknya Islam ke tanah Sunda diperkirakan pada masa Prabu Siliwangi. Sebelum Sunan Gunung Djati menguasai Banten (1525) dan Sunda Kelapa (1527), boleh dikatakan masyarakat Sunda secara kultural bercirikan keislaman. Menurut Saini KM (1995), bisa diterimanya Islam dengan baik di tatar Sunda karena secara kultural di antara keduanya (Islam dan Sunda) mempunyai persamaan paradigma yang bercirikan platonik (Ganjar Kurnia, “PR”, 23/10/2004). Maka, tak mengherankan jika Sunda sebagai kebudaayaan, bisa “ber-manunggal ria” dengan Islam sebagai satu agama, yang diyakini oleh para penganutnya memiliki kebenaran-kebenaran universal. Bahasa antropologi budayanya adalah akulturasi.

Akulturasi Islam dengan Sunda bisa dilihat dari seni yang berkembang sampai sekarang dan masih dipraktikkan masyarakat Sunda pedesaan yang berasal dari muslim Sunda tradisional. Misalnya seni arsitektur mesjid yang menyerupai tiga konsep tangga kehidupan umat Sunda berbentuk “nyuncung” sehingga masjid dikenal dengan bale nyuncung. Selain itu, ada naskah-naskah Sunda yang menggunakan aksara pegon sebagai proses kreatif masyarakat Muslim Sunda, yang dahulunya mungkin dikategorikan modern, tapi sekarang – karena ada proses indonesianisasi dan englanisasi – huruf pegon sebagai hasil dari dialektika budaya Sunda dan Arab Islam, menjadi terkubur dan menghilang; kecuali di pesantren-pesantren salaf tradisional masih ada santri yang ngalogat dengan menggunakan huruf pegon.

Dalam seni suara, kita pasti pernah mendengar lantunan “pupujian” bertajuk “Anak Adam” di mesjid-mesjid atau di tajug pada masyarakat agraris, sebagai berikut: “Anak Adam urang di dunya ngumbara/umur urang di dunya moal lila//anak adam umur urang teh ngurangan/saban poe saban peuting di kurangan.” Kalimat “Pupujian” atau “nadhoman” ini memiliki semangat profetik, yakni betapa tidak hidup itu akan berakhir dan menyadarkan para pemuji dan pendengarnya untuk menunaikan shalat ketika adzan telah dikumandangkan. Ini juga mengindikasikan Urang Sunda memiliki semangat egalitarianisme dalam berinteraksi dengan masyarakat lewat cara mengajak Sunda Islam anu Eusleum secara lemah-lembut.

Mengapa “pupujian” dilakukan setelah selesai “ngong” adzan? Sebab, inti hidup yang mesti direfleksikan Muslim Sunda adalah membuat hidupnya lebih berarti dengan beribadah dan mengabdi demi tegaknya nilai-nilai kemanusiaan melalui syair-syair yang mengingatkan kepada kematian. Dengan mengingat kematian, maka diharapkan Ki Sunda dapat menghidupkan kembali sakralitas Tuhan dalam kehidupan dengan tidak melanggar tata-darigama yang sesuai dengan ajaran Agama Islam yang bernilai universal dan bisa ditawar hingga terbeli oleh budaya lokal.

Dan, untuk saat sekarang di kedalaman jati diri urang Sunda tersimpan keluhungan nilai-nilai agama Islam yang telah mengakar kuat hingga kita lupa bahwa Ki Sunda secara kolektif pernah disinggahi agama Hindu dan Budha, bahkan masih disinggahi pelbagai aliran kepercayaan (animisme dan dinamisme) sampai sekarang. Pesan terakhir, Ki Sunda hari ini dan masa depan harus mewujud dalam wujud manusia yang mampu menafsirkan warisan kebudayaannya dan keberagamaannya untuk kepentingan manusia Sunda dan seluruh umat manusia. Itulah yang saya namakan dengan Ki Sunda Islam anu sawawa!

Penulis, Pegiat Studi Agama dan Kearifan Lokal Sunda.
BAGIKAN

Penulis: verified_user

5 komentar:

Anonymous said...

free online dating in canada [url=http://loveepicentre.com/]free dating east midlands[/url] bbw personals http://loveepicentre.com/ free singles

Anonymous said...

online pharmacy celebrex [url=http://usadrugstoretoday.com/products/revatio.htm]revatio[/url] muscle twitching swollen lymph nodes http://usadrugstoretoday.com/categories/weight-loss.htm male ebony penis http://usadrugstoretoday.com/products/differin.htm
valuim no prescription [url=http://usadrugstoretoday.com/products/effexor-xr.htm]effexor xr[/url] cns depression operating machinery oxycodone [url=http://usadrugstoretoday.com/products/amoxil.htm]order prescription science diet[/url]

Anonymous said...

leaky heart valves [url=http://usadrugstoretoday.com/categories/erection-paquetes.htm]erection paquetes[/url] blood hound rescue http://usadrugstoretoday.com/products/fincar.htm cancer survivors smoking drinking alcohol http://usadrugstoretoday.com/products/zoloft.htm
weight loss pill online 20 [url=http://usadrugstoretoday.com/products/claritin.htm]claritin[/url] breast cancer symtems [url=http://usadrugstoretoday.com/products/revatio.htm]breast burning[/url]

Anonymous said...

medium size breast [url=http://usadrugstoretoday.com/products/retin-a-0-02-.htm]Buy Retin-A 0.02% Low prices, side effects, interactions[/url] breast surgery carmel http://usadrugstoretoday.com/categories/general-health.htm illinois casinos smoke free http://usadrugstoretoday.com/categories/weight-loss.htm
year 6 sats stress [url=http://usadrugstoretoday.com/categories/antivirale.htm]antivirale[/url] health minister in mexico [url=http://usadrugstoretoday.com/products/zaditor.htm]red deer diet[/url]

Anonymous said...

http://rxonline.in/lisinopril/lisinopril-lawsuits
[url=http://rxonline.in/reglan/reglan-dose-prior-to-golytely]guardian pharmacy david morris[/url] wal mart mail pharmacy [url=http://rxonline.in/hydroxyzine/hydroxyzine-hydrochloride-oral-children]hydroxyzine hydrochloride oral children[/url]
buy cialis pharmacy http://rxonline.in/remeron/side-effects-remeron-rare
[url=http://rxonline.in/hypnotherapy/hypnotherapy-stephen-lavalle]drug prescription viagra[/url] levitra prescribing [url=http://rxonline.in/zetia/is-zetia-a-staton]is zetia a staton[/url]
iv drugs http://rxonline.in/zestril/zestril-for-blood-pressure
[url=http://rxonline.in/progesterone/progesterone-koko-cream]critical care drug calculations pratice[/url] cialis levitra free sample [url=http://rxonline.in/levitra/levitra-substitutes]levitra substitutes[/url] drugs for anxiety and stres [url=http://rxonline.in/omeprazole/alkaline-gastritis-omeprazole]alkaline gastritis omeprazole[/url]