11 March 2008

Keluar dari Zaman Kalathida dan Kalabendu

BAGIKAN
Oleh Sukron Abdilah

Seperti yang dikatakan Benny Susetyo PR, dalam artikel berjudul: Tanda-Tanda Ramalan Ronggowarsito (H.U. Sinar Harapan)bahwa realitas sosial kita sedang berada pada zaman edan. Sekarang telah terjadi, seoranga manusia waras dianggap tidak waras, dan penjahat negara dianggap pahlawan. Menurut Sastrawan abad ke-19 ini sebaik-baik orang di zaman edan adalah mereka yang ingat dan waspada (eling lan waspadha).

Pada hari tanggal 4 Maret 2008 lalu, WS Rendra memperoleh gelar Doktor Honoris Causa dari UGM dalam bidang kebudayaan. Sangat tepat jika beliau dalam orasi ilmiah pengukuhan sebagai Doktor melontarkan kritikan bagi bangsa ini. Ia mengatakan bahwa Indonesia sekarang sedang berada pada zaman kalabendu. Ia pun menguraikan bahwa zaman di Indonesia berputar pada ketiga zaman yang diramalkan oleh seorang sastrawan Jawa di atas.

Pertama, zaman kalathida; yakni zaman edan sebab akal sehat diremehkan. Kedua, zaman kalabendu; yakni zaman hancur dan rusaknya kehidupan karena tata nilai dan tata kebenaran dijungkirbalikkan. Ketiga, zaman kalasuba; yakni zaman stabilitas dan kemakmuran yang akan ditegakkan oleh Ratu adil yang banyak dinantikan (Kompas, 05/03/2008).

Seharusnya, ramalan di atas, karena sesuai dengan konteks ruang-waktu yang bergulir di Indonesia, ia pun menyarankan bahwa untuk mewujudkan zaman kalasuba, di negeri ini harus ada semacam hukum yang adil. Karena, selama ini hukum serasa tidak bersikap adil kepada publik.

Saya pikir, gagasan tafsir kontekstual yang ditawarkan oleh Budayawan Indonesia ini memang sangat menggugah kita. Untuk terus memperjuangkan tegaknya hukum yang adil di Indonesia. Hukum yang tidak dijajah oleh segepok uang kekuasaan. Sehingga alam demokrasi di negeri berpuluh ribu pulau ini tidak terkotori oleh laku-kata yang diwariskan pada zaman kalathida dan kalabendu.

Di depan saya yakin zaman kalasuba sedang menanti gerak langkah pemimpin yang tidak menggunakan logika pasar dalam menegakkan keadilan perangkat hukum. Jangan berlaku mungpung berkuasa, kedaulatan rakyat pun pantas diperkosa dan ditelanjangi. ***




BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: