2 June 2008

TERIMA KASIH BAPAK USEP ROMLI HM

BAGIKAN
Tanggal 29 Mei 2008, Bapak Usep Romli HM menyadarkan saya bahwa kesalahan yang tidak diperbaiki akan mengakibatkan sesuatu dianggap benar. Itu terlihat dari kesalahan penulisan vokal e dan eu yang sering saya lakukan. Saya dan kaum muda Sunda yang bernasib sama sangat berterima kasih atas koreksinya.

Secara praksis keseharian saya tidak bisa melepaskan diri dari berbahasa Sunda meskipun dalam tulis-menulis sering menulis opini, artikel, atau apa pun di media dengan bahasa Indonesia.


Mungkin itulah penyebab saya sering melakukan kesalahan dalam menuliskan e (diucapkan e seperti dalam kata bekas dalam bahasa Indonesia) dan eu (peuyeum dalam bahasa Sunda). Mungkin karena keasyikan memperkaya referensi (buku, makalah, perpustakaan elektronik, dan sebagainya) yang berbahasa Indonesia, saya sedikit kewalahan ketika harus menggunakan kata dalam bahasa Sunda, yang sulit dibedakan apakah harus menggunakan e atau eu, seperti yang terjadi dengan terah dan ageman. Sejak saya menjadi penulis di bidang kesundaan, karena jarang menulis artikel berbahasa Sunda, bagi saya teurah dan ageuman adalah penulisan yang benar.

Namun, sekarang dengan koreksi Bapak Usep Romli HM, saya akan menulis teurah dengan terah, atau ageuman dengan ageman. Seperti ketika Kang Tata (sundablog.blogspot.com) membetulkan kesalahan penulisan saya dalam kata ajeungan menjadi ajengan. Ketika itu saya sadar atas kekurangan dan kesalahan saya dalam menuliskan kata dalam bahasa Sunda yang bervokal e (seperti dalam kata bekas dalam bahasa Indonesia).

Akhirulkalam, terima kasih, koreksi adalah ilmu berharga untuk mengembangkan terus minat saya pada kesundaan.

Sekali lagi terima kasih buat pangersa Usep Romli HM. Semoga koreksi di surat pembaca lalu bisa memanjangkan tali silaturahim. Sebab, Bapak adalah sesepuh di bidang bahasa dan sastra Sunda untuk membimbing kami yang hidup di zaman tak pasti akibat tekanan rezim orde pemerintahan (1980-an sampai akhir 1990-an) ini sehingga ada ketidaktepatan dalam menggunakan bahasa Sunda. Nuhun pisan.
Sukron Abdilah Banyuresmi, Garut. Di surat Pembaca Kompas


BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: