31 October 2008

Aku Percaya Padamu, Tuhan

BAGIKAN
By Sukron Abdilah

Waduh, lama tak jumpa kawan. Ingat ketika Darul Arqam Madya (DAM) IMM di Mujahidin. Saya nggak bisa mengejar omongannya yang mendesing dan kala meninggi. Soal hermeneutika, yang sekarang dipandang sangat penting buat keberlangsungan sederet teks yang banyak dibunuh pembacanya, dengan memahami ketidakdinamisan teks. Padahal, teks itu terus hidup, kawan! Utamanya makna struktural deretan huruf yang ideologis dan subjektif.

Soal Wilayatu Al-Faqih yang diyakini saya sebagai suatu konsep pemerintahan yang sangat berani. Dan, soal perkembangan pemikiran umat Islam yang mandeg tersendat-sendat. Empat tahun lebih, kita tidak membincangkan itu semua.

Waktu itu, kita sering berdiskusi lewat e-mail tentang tafsir al-Quran. Sekarang, saya mohon untuk mendiskusikan soal-soal yang belum dimengerti. Terutama soal harga beras yang tinggi. Bahan bakar minyak yang tak mengakrabi ekonomi masyarakat. Pokoknya, tentang sesuatu yang bisa bikin peradaban bangsa cerah-benderah. Bukan tentang soal "benar" dan "salahnya" penafsiran dan pemahaman terhadap theis yang beragam. Karena jika itu sudah dijadikan agenda mendesak bangsa, soal kemanusiaan yang lebih gede dan besar siap menerjang umat manusia.

Keberbedaan, tentunya tak harus menghalangi setiap manusia untuk terus berelasi dengan manusia lain. Meski, beda pemahaman dan penafsiran. Sebab, selama kita hidup di dunia terus akan bergelut dengan relativitas. Tak ada yang mutlak -- termasuk tentang Tuhan kita -- karena kita hanya berjungkit-jungkit mengorek Satu Tuhan di antara Ribuan yang tak terkira.

Entah suatu hari nanti, ketika mati, maka saya akan berteriak AKU PERCAYA PADAMU, TUHAN. Tentunya setelah nafasku tak berguna untuk memercayainya! Nuhun, Jang Yayan Sofyani Al-Hadi, Ketua DPD IMM Jakarta, karena telah memberi kacamata penerang ketika saya mencoba meraba-raba kebaikan dalam remang-remangnya dunia. Viva La IMM

BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: