18 February 2009

"Digitalisasi" Eka Ramdani

BAGIKAN
Oleh SUKRON ABDILAH

(Kunjungi kompasiana.com)

Salah satu gelandang muda Persib, Eka Ramdhani, dalam Koran Tribun Jabar (04/02/2009) diberitakan sedang membangun laman web, www.ekaramdani.com. Di era internet, semua orang bisa saling berbagi (sharing) tentang segala hal. Hebatnya lagi dengan kelahiran teknologi web 2.0 setiap orang dapat membangun media yang fortable dan interaktif. Bahkan murah-meriah!

Coba kita bayangkan, belasan tahun ke belakang. Apabila seorang tokoh ingin dikenal masyarakat luas, tentunya harus menyiapkan uang yang banyak untuk membuat surat kabar. Tetapi, di era cyber hal itu tidak menghalanginya untuk mempromosikan diri melalui media website. Seperti dilakukan Eka Ramdhani, yang mulai jeli memanfaatkan kemajuan di bidang teknologi dan informasi ini. Hanya dengan modal Rp. 1,5 juta saja, ia sudah mampu membuat media sederhana untuk memperkokoh jalinan komunikasi dengan bobotoh Persib.

Di dunia maya (cyberspace), menurut Tracy LaQuey (1997), perbedaannya dengan media komunikasi dan informasi konvensional, adalah tingkat interaksi dan kecepatan yang dapat dinikmati pengunjung untuk mengakses pesan dan menyebarkan kepada khalayak. Tidak ada medium yang memberi setiap penggunanya kemampuan komunikasi dan mengakses informasi secara cepat oleh ribuan orang. Internet, katanya, ibarat cairan yang terus berubah, sehingga ketika konten website tampil, pelbagai pandangan berbeda akan terjadi dalam konteks komunikasi dunia maya.

Ebol (panggilan akrab Eka Ramdani) bisa memperoleh keuntungan beragam. Misalnya, ia akan dikenal penggemarnya yang berada di pelosok Negara tetangga. Di luar negeri, seperti USA, Inggris, Belanda, Italia, dan Negara-negara maju, atlet sepakbola memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk menjalin ikatan hypersectoral. Tidak heran, jika popularitas mereka menjadi semacam industrialisasi yang mengarah kepada bisnis.

Maksud Eka Ramdani membangun website hanya untuk mempromosikan studionya, sangatlat tepat. Dengan website sederhana yang dimiliki, ia sudah bisa mempromosikan usaha di bidang rental musik. Akan tetapi, tidak hanya itu saja yang akan diperoleh Eka Ramdhani dengan membuat website yang berkaitan dengan dirinya. Ia juga akan memperoleh keuntungan yang bisa diperoleh dari perusahaan-perusahaan yang bersedia memampang iklan di website-nya.

Sebab, dengan popularitas yang dimilikinya, pengunjung akan membludak sehingga mengundang perusahaan untuk mengiklankan produknya di www.ekaramdani.com. Maka, profesionalitas pengelolaan web ini harus digarap secara serius, sehingga tidak terlihat asal-asalan. Dan, yang terpenting selain mengupload photo saat bermain bola, Eka Ramdani juga diharapkan memposting catatan kegiatan pribadinya. Dengan menghadirkan tulisan tentang Eka Ramdani, si penggemar akan melakukan komunikasi interaktif secara cepat.

Mereka memposting komentar, saran, kritik, dan unek-uneknya secara langsung di kolom komentar yang tersedia. Jadi, harus disediakan semacam kolom bagi pengunjung untuk menuliskan segala suasana hatinya. Inilah yang disebut dengan budaya hyperteks. Tidak dapat disangkal bahwa kemajuan teknologi komunikasi terutama internet sebagai media komunikasi pada paruh awal abad 21 ini memang terasa pesat. Kemajuan teknologi komputer, kemudahan akses internet, dan kecanggihan teknologi seluler, membuat pengguna internet untuk mengakses informasi bertambah banyak.

Alhasil, kehadiran media online di internet yang lebih interaktif kian menjamur. Dengan teknologi internet nirkabel respon media semakin mengarah pada bentuk media yang portable dan interaktif. Marshal McLuhan, dalam Understanding Media (1964 : 248), ketika menelurkan tesis “global village” mengatakan teknologi media berhasil mentransformasi masyarakat di dunia jadi sebuah satuan komunitas global tanpa dinding pembatas. Posisinya akan menggantikan food-gathering, menjadi information-gathering. Dengan membangun web, tentunya, Ebol sedang berusaha memenuhi kebutuhan untuk membangun popularitas dengan menyajikan informasi bagi penggemar di dunia maya.

Sebagai penggemar Persib dan pengagum Eka Ramdani, saya ucapkan selamat datang di dunia cyber kepadanya. Dan, saya sempat berpikir seandainya Eka Ramdhani seorang blogger, mungkin bisa membangun weblog gratis dan sederhana. Tetapi, untuk orang sekelas Eka Ramdani, itu tak pantas dilakukan. Hanya dengan Rp. 1, 5 juta ia sudah bisa membuat web yang saya harapkan atraktif, interaktif, dan mengagumkan.

BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: