14 June 2009

Manohara dan Kebijakan Sikap

BAGIKAN
Ingat Manohara, ingat juga gadis belia di pelosok Wanaraja, Kabupaten Garut, di bawah kaki Gunung Talaga Bodas. Mereka sama-sama masih usia belasan tahun. Mereka sama-sama menikah dan menjadi janda di usia remaja bau kencur. Tapi, ada bedanya, dong. Manohara terlihat seperti gadis dewasa dengan paras putih, bersih, cantik lagi.

Sementara di Wanaraja – naik sedikit ke arah gunung Talaga Bodas – tidak seberuntung model yang pernah tercatat sebagai 100 model Indonesia yang diperhitungkan. Setiap hari mereka pergi ke kebun membantu suaminya, kadang juga mengangkat karung berisi rumput untuk makan hewan ternak.
Manohara, kata teman saya (sesama blogger) seksi dan cantik. Sayangnya di usia remaja, sudah dikawin orang lain. Padahal ketika usia 16 tahun, semestinya ia menikmati masa muda dengan menimba ilmu. Bukan menikah dengan anak pangeran yang “gagah perkosa”.

Eh…gagah perkasa, ya?

Betul juga, Jang. Kalau pangeran itu gagah perkosa. Wong, hubungan suami istri saja kayak memperkosa anak orang lain.

“Hehe. Bisa benar. Bisa juga tidak”, jawabnya.

Ada seribu kemungkinan yang belum terkuak dalam kasus ini. Siapa yang bersalah, saya tidak tahu. Yang jelas, ini pelajaran buat laki-laki bagaimana membina hubungan dengan perempuan secara adil dan berkeadaban. Saya teringat Emanuel Levinas – semoga tidak salah – bahwa meskipun manusia itu memiliki perbedaan, tapi tetap harus menempatkannya berposisi sama seimbang. Saya memahami penghormatan terhadap perempuan adalah misi yang diemban agama mana pun.

Tidak ada pembedaan terhadap perempuan, sehingga hubungan suami-istri juga harus didasari oleh penghormatan. Sehingga lahir relasi yang berimbang dan proporsional, tidak mengintimidasi satu sama lain. Dalam kasus Manohara ini, kita dapat belajar emosi itu gampang disulut dengan pendekatan geografis-kultural. Artinya, kewilayahan dapat membuat orang tidak berpikir rasional.

Jadi kalem, tenang, easy, dan gak usah cepat terpancing emosi; membenci Malaysia. Karena banyak warga Indonesia yang bisa hidup dari negeri ini. Negeri saudara termuda kita!!!! Betul ya
BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: