17 June 2009

Memuliakan Perempuan

BAGIKAN
Oleh SUKRON ABDILAH

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari jenis yang sama dan darinya Allah menciptakan pasangannya dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan lelaki dan perempuan yang banyak.” (QS An-Nisâ’ [4] : 1)

Islam memberikan perhatian sangat besar dan menghormati perempuan. Di dalam film The Message, saya mendapatkan dialog yang pantas untuk menggambarkan kedudukan perempuan dalam Islam. Ketika sahabat berdialog dengan raja Habasyah, mengatakan bahwa perempuan itu berbeda dengan lelaki, tetapi memiliki derajat yang sama.

Muhammad Al-Ghazali, salah seorang ulama besar Islam, Mesir, bahkan pernah menulis, “Kalau kita mengembalikan pandangan ke masa sebelum seribu tahun, maka kita akan menemukan perempuan menikmati keistimewaannya dalam bidang materi dan sosial yang tidak dikenal oleh perempuan-perempuan di kelima benua. Ke¬adaan mereka ketika itu lebih baik dibandingkan dengan keadaan perempuan-perempuan Barat dewasa ini, asal saja kebebasan dalam ber¬pakaian serta pergaulan tidak dijadikan bahan perbandingan.”

Sebetulnya, ada ketidakpahaman terhadap ajaran Islam sehingga menyebabkan kedudukan perempuan ditempatkan di bawah laki-laki. Ayat yang saya kutip di atas berisi bantahan terhadap orang yang mem¬bedakan (lelaki dan perempuan) secara tegas. Ayat tersebut mengatakan perempuan dan laki-laki berasal dari jenis yang sama dan dari keduanya bakal berkembang keturunan, baik laki-laki maupun perempuan. Benar bahwa ada hadits, Saling pesan-memesanlah untuk berbuat baik kepada perempuan, karena mereka diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok. (Diriwayat¬kan oleh Bukhari, Muslim dan Tirmidzi). Tapi bukan berarti kedudukan perempuan lebih rendah ketimbang laki-laki. Hadits ini menggambarkan karakter psikologis perempuan waktu itu.

Dalam Al-Quran ditegaskan, Sesungguhnya Kami telah memuliakan anak-anak Adam. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan (untuk memudahkan mencari kehidupan). Kami beri mereka rezeki yang baik-baik dan Kami lebih¬kan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk-makhluk yang Kami ciptakan. (QS Al-Israa’[17]: 70). Kalimat “anak-anak Adam” mencakup laki-laki dan perempuan, lho. Dan penghormatan Tuhan diberikan kepada seluruh anak Adam, baik perempuan maupun laki-laki.
Pendapat ini dipertegas ayat, Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal, baik lelaki maupun perempuan (QS Âli Imrân [3] : 195).

Maka, Al-Quran sangat mengecam orang yang bergembira dengan kelahiran anak laki-laki, tetapi bersedih ketika istrinya melahirkan anak perempuan. Informasi ini bisa dilihat dari ayat berikut, Dan apabila seorang dari mereka diberi kabar dengan kelahiran anak perempuan, hitam-merah padamlah wajahnya dan dia sangat ber¬sedih (marak). Ia menyembunyikan dirinya dari orang banyak disebab¬kan “buruk “-nya berita yang disampaikan kepadanya itu. (Ia berpikir) apakah ia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah menguburkannya ke dalam tanah (hidup-hidup). Ketahuilah! Alangkah buruk apa yang mereka tetapkan itu (QS [16] : 58-59).

Al-Quran berbicara tentang perempuan dalam berbagai ayat. Pembicaraan tersebut menyangkut berbagai sisi kehidupan. Ada ayat yang berbicara tentang hak dan kewajiban, ada pula yang mengurai¬kan keistimewaan tokoh perempuan dalam sejarah agama atau kemanusiaan. Salah satu ayat yang seringkali dikemukakan berkaitan dengan hak kaum perempuan adalah yang tertera dalam surah Al-Taubah ayat 71, Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka adalah awliya’ bagi sebagian yang lain. Mereha menyuruh untuk mengerjakan yang ma’ruf, mencegah yang munkar, mendirikan shalat, menunaihan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Secara umum, ayat di atas dipahami sebagai gambaran bekerja sama antara laki-laki dan perempuan di ber¬bagai bidang kehidupan. Pesan ini disampaikan pada kalimat “menyuruh mengerjakan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar”.
Jadi, bisa disimpulkan laki-laki dan perempuan memiliki hak yang sama, karena tidak ditemukan satu ketentuan agama yang melarang perempuan beraktivitas dalam berbagai bidang kehidupan bermasyarakat. Bahkan sebaliknya, sejarah Islam menunjukkan kaum perempuan terlibat dalam berbagai bidang kemasyarakatan, tanpa kecuali. Wallahua’lam

BAGIKAN

Penulis: verified_user

3 komentar:

Ridho said...

Subhanallah, tulisan yang mencerahkan...

Ridho said...

Subhanallah, tulisan yang mencerahkan...

Sukron Abdilah said...

makasih...pujiannya. hehehe