22 June 2009

Ngeblog…Nulis…Ngoment

BAGIKAN

Oleh SUKRON ABDILAH

Ngeblog yang sekarang bukan mainan purba lagi adalah keniscayaan buat anda yang ingin pandai menulis. Banyak orang yang rela mengeluarkan duit untuk ikut pelatihan agar dirinya bisa menulis. Sebuah koran harian di Jawa Bara saja, mematok Rp. 300.000 untuk dua hari pelatihan menulis. Animo masyarakat terhadap dunia tulis menulis memang mengagumkan. Duit pun dirogoh agar ia bisa menulis. Meskipun ada beberapa peserta yang mengikuti pelatihan tersebut hanya untuk mendapatkan sertifikat. Setelah itu, mereka absen dari dunia tulis menulis. Satu hal yang pasti keuntungan adanya blog di dunia maya.

Kita, bisa belajar menulis secara otodidak. Nggak perlu ribet dengan pertemuan tatap muka dengan dosen atau guru yang gede ambek. Apalagi kalau tanggal sudah menampakkan wajahnya yang tua.Tua-tua, semakin tua; maka tuanya semakin jadi. Suatu ketika teman saya, Ibn Ghifarie pernah ngobrol ngetan-ngulon tentang blog. Di sana saya menemukan keterkaitan antara ngeblog…nulis…dan ngoment. Betapa tidak eksistensi blog ditentukan oleh seberapa menariknya konten bagi pengunjung. Dengan ketertarikan pengunjung ini, blogger bisa belajar giat terus untuk meningkatkan kualitas tulisannya.

Saya pernah ditelpon berkali-kali oleh pembaca setia blog saya http://sakola-sukron.blogspot.com. Kebetulan ia menyukai tulisan-tulisan saya yang sederhana menggambarkan pengalaman sehari-hari. Disini saya — jujur saja — ada motivasi untuk terus menulis. Apalagi yang nelponnya Cewek. hehe. Selain itu menulis di blog juga kita menjadi manusia yang independen. Tidak diselangkangi oleh ideologi mainstream yang banyak mengayomi sebuah media massa. Kita, tidak pernah ribet menyiasati tulisan agar sesuai dengan visi-misi media. Dalam bahasa Sunda, “Kumaha Aing lah”. Namun, tetap independensi itu bisa berubah kalau ada orang yang ngoment. Contohnya, saya pernah mengubah pendapat saya tentang suatu hal, karena ada yang ngomentar dan argumentasi dia lebih kuat daripada saya.

Bagi pemula, kalau belum piawai menulis, bisa memanfaatkan kolom komentar yang tersedia di setiap blog atau weblog berbasis komunitas. kawan saya, Novita Savitri, sekarang blogger kompasiana.com, dulunya sering banget ngasih komentar. Tapi, komentarannya, bo, hebat banget. Akhirnya, kang Pepih Nugraha, menjadikan salah satu komentarnya menjadi tulisan di website jaringan jurnalis tersebut. Sekarang, setiap kali saya membuka website tersebut, nama Novita Savitri — kalau tidak salah ya — kerap menulis berbagai hal.

Jadi, kalau mau bisa dan konsisten menulis. Silakan membuat blog…, nulis terus…, kemudian ngoment; akhirnya menulis bakal menjadi kebiasaan seperti halnya ketika anda berbicara. Kalau tidak dibiasakan, menulis — begitu pun berbicara — tidak akan pernah bisa kita lakukan. Tiga rumus belajar menulis secara mandiri adalah: Ngeblog, Nulis, dan Ngoment. Syukur-syukur tulisan di blog kita naik pangkat ada yang sudi menerbitkan. Si Radithya Dika saja menerbitkan buku KambingJantan dari pengalaman sehari-hari yang dituliskan di blog.

Sekarang yang sedang rame di dunia perbukuan adalah menerbitkan blog perjalanan, wisata, dan segala hal yang berkaitan dengan refresing. Seperti buku teranyar, The Naked Traveler (Catatan Seorang Backpaper Indonesia Keliling Dunia), diterbitkan Bentang Pustaka dan ditulis Trinity. Dua buku itu diambil dari blog lho. Sok…mangga atuh ngeblog biar nggak goblog. Nulis biar nggak jadi oportunis. Ngoment biar kayak dengan segudang argument. hehehe

BAGIKAN

Penulis: verified_user

2 komentar:

Anonymous said...

Dia memang pas buat kita berkreativitas!!!

Sukron Abdilah said...

setuju...!