1 June 2009

Vita Activa…YUK!

BAGIKAN
SUKRON ABDILAH

Tidak ada kata istirahat dalam hidup. Itulah kesimpulan pertama yang saya peroleh ketika tadi siang (Jumat, 29 Mei 2009) berbincang ringan bersama Bambang Q-Anees. Ditemani kawan saya, Ibn Ghifarie, blogger dan penulis lepas dari UIN Bandung, siang itu saya mendapatkan pencerahan. Entah kenapa, selalu saja ada keterkaitan literatur dalam seluruh gerak aktivitas saya. Bukan kebetulan, lho.

Malam tadi, saya membaca buku lawas (terbitan 1984) karangan M.A.W. Brouwer, judulnya Studi Budaya Dasar. Mungkin di pasaran buku ini akan sulit ditemukan seperti mencari jarum ditumpukan jerami. Pusing deh!!! Tidak kebetulan, dari buku itu, saya menemukan satu istilah yang pas untuk melegitimasi kehidupan tanpa jeda istirahat. Terus-menerus melaju memproduksi tanda adanya peradaban manusia: kebudayaan.

Hannah Arendt menyebut aktivitas ini dengan istilah Vita Activa! Peradaban adalah hasil dari sebuah aktivitas kontemplasi yang dipadukan dengan praxica. Sebetulnya oborolan siang itu, hanya membincangkan projek idealis kami dalam membangun web komunitas www.sunangungungdjati.com. Dari petuah berharga yang diberikan kang BQ – sapaan akrab saya – ke depan, web ini akan memokuskan pada pembahasan buku. Sebab, dari ratusan web komunitas di Indonesia, saya dan Ibn Ghifarie melihat peluang besar untuk mengembangkan konten web yang khusus membahas dan membincangkan seputar buku.

Dengan demikian, harapan pengelola web komunitas ini adalah terpeliharanya aspek literasi di kalangan civitas akademik. Semoga projek ini dapat berjalan lancar seperti halnya kebudayaan yang tanpa kenal lelah terus lahir karena ada aktivitas dialektik dengan literatur. Bagi mahasiswa UIN Bandung, silakan bertukar informasi seputar buku yang sedang, telah dan akan dibaca. Membagikan pengetahuan kepada orang lain adalah aktivitas yang tiada pernah berhenti.

Vita activa – seperti dikatakan Hannah Arendt – yang tanpa kebetulan saya peroleh dari buku terbitan tahun 1980-an. Meskipun buku itu sudah lama, tapi substansi keilmuannya berjalan tanpa kenal lelah menerobos lorong waktu dan ruang sempit realitas kebudayaan kini. Kami tunggu informasi dan dialektika pemikirannya. Hatur nuhun kang BQ sumbangan ide konstruktifnya. Cag sakitu!!!


BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: