10 July 2009

God…, I Miss U

BAGIKAN

Sakit di badan ternyata banyak bikin keki seorang manusia. Badan yang lemah sering kali membuat jiwanya lebih lemah dari benang pakaian. Banyak orang – termasuk teman spesial – yang menginginkan perhatian lebih. Maka, dalam agama saya, Islam, kita disunahkan untuk menjenguknya. Ini sekadar untuk memompa semangat hidupnya. Sudahkah kamu membaca buku Psikologi Kematian, karya mas Komeng (Komarudin Hidayat)?

Hmmm.., buku itu saking enaknya saya cerna dan dibaca berulang-ulang; saya membeli cetakan yang kesekian kalinya. Berbeda dengan cetakan pertama. Saya menemukan istilah baru bagi orang yang sakit: tentang mati suri. Ia menyebutnya sebagai ruh yang keluar dari badan (out of body). Terbayang oleh saya dan kamu. Ketika ruh ini keluar dari jasad, kesadaran ilahiyah tentunya menguat. Kalau tidak sempat terkubur kita akan semakin melekat dengan Tuhan. Disinilah letak kenikmatan orang sakit.

Ketika sakit menerpa. Kesadaran ilahiyah terus menguat dalam diri kita. Kepasrahan total atas segala kondisi ini semestinya membuahkan perbaikan. Tentunya perbaikan untuk menghadirkan kembali Tuhan dalam kehidupan kita. Bukankah banyak orang yang sakit setelah sembuh – minimalnya satu minggu – berubah keberagamaannya?

Satu lagi yang saya peroleh dari buku inspiratif karya mas Komeng. Kematian menanamkan ketakutan dalam diri manusia sehingga mengalahkan kecintaannya pada harta duniawi. Saya sempat iseng-iseng menghitung jumlah mobil yang terparkir di depan apotek Al-Ma’soem. Jumlahnya sangat banyak. Ini mengindikasikan orang kaya sangat takut dengan kematian. Saya bersyukur Tuhan menciptakan kematian. Sebab – seperti dikatakan M. Quraish Shihab – kematian dapat mengukuhkan agama di muka bumi.

Bayangkan kalau tak pernah ada kematian? Selain sumpek dunia ini, agama tidak akan dilirik satu kedipan pun oleh manusia. Saya jadi ingin berteriak, “God…, I Miss U so Much!” Nah, Bagamaimana dengan kamu? Sudahkah hari ini merasa rindu pada-Nya?
Sudahkah mengakui dalam hati bahwa Dia (Allah) sangat sayang padamu? Dengan merancang tubuhmu agar terkena suatu penyakit ketika Tuhan tidak disebut-sebut dalam aktivitas kehidupan?

BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: