2 July 2009

Kerja Berpahala

BAGIKAN
SELEPAS lulus kuliah, langkah selanjutnya adalah memburu pekerjaan. Tapi, tak menutupkemungkinan ada juga yang lantas meneruskan ke jenjang lebih tinggi. Itu terserah anda. Tak ada larangan! Yang jelas, asal anda mampu membayar uang pangkal dan SPP. Sayangnya, bila kuliah di perguruan tinggi selesai, kita seakan mengabsenkan diri dari kepentingan-kepentingan publik.

Kita sibuk mengurusi diri sendiri – umpamanya menjadi pekerja atau mahasiswa S2 – tetapi, kepekaan untuk menggolkan tuntutan rakyat miskin terlupa kembali. Maka, pekerjaan kita sehari-hari hanya berkutat pada orientasi kepentingan individu. Meskipun, tak seluruhnya para lulusan perguruan tinggi bertindak seperti itu. Masih banyak dong lulusan perguruan tinggi negeri atau swasta yang berkontribusi mengentaskan persoalan yang melilit bangsa.

Teman saya, umpamanya, ada yang masih aktif di sebuah LSM dan bergerak melakukan advokasi kepada para petani di pelosok desa, Kabupaten Bandung. Ada juga yang masih aktif di organisasi kemahasiswaan – kendati telah lulus – di salah satu ormas Islam, untuk mengusahakan perubahan dan pencerahan bagi bangsa. Bahkan, ada juga yang berjuang melestarikan dan menjaga kekayaan ekologis di tiap daerahnya.

Saya pikir, itu adalah pekerjaan berpahala. Syaratnya, jangan menukar derita rakyat dengan kesenangan pribadi. Bekerja tidak hanya untuk sekadar hidup saja. Tapi, untuk memberikan arti pada hidup. Arti hidup itu bisa berbentuk manfaat bagi diri sendiri dan orang di sekitar. Apa pun pekerjaan yang kita lakoni, bila dijadikan media untuk menolong orang lain; itu bernilai ibadah.

Hayatuna kulluha ibadatun, desah nafas kita (hidup) seluruhnya ibadah. Ujar baginda Muhammad Saw 1428 tahun yang lalu. Lantas, sudahkah pekerjaan kita digunakan sebagai media beribadah kepada-Nya?

BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: