29 August 2009

Kepada Redaksi; Kategori “Internet Literacy” Mana?

BAGIKAN
Setelah kecapean mencari titik hot spot di UIN Bandung, saya, Cecep, dan Badru akhirnya menemukannya di sekitar fakultas Ushuludin.

Mungkin sedang gangguan, kata saya, karena hampir tiap titik hotspot di sekitar Masjid, Saintek, dan Al-Jamiah tidak terkoneksi secara memuaskan.

Alhamdulillah, saya bertemu juga dengan Badru, yang saat itu menyarankan segala hal untuk meningkatkan trafik web Sunan Gunung Djati. Di antara gagasan brilian itu adalah membuat kategori tentang pengenalan dunia internet kepada mahasiswa.

Maka pada laporan yang saya tulis ini, pengelola hendaknya membuat kategori dengan sebutan “Internet Literacy”. Dengan adanya kategori ini, diharapkan mahasiswa dan dosen bisa mengenal lebih dekat dunia internet. Apalagi, kampus UIN Bandung merupakan gerbong intelektual Islam. Boleh jadi kalau ranah mayantara tidak dikuasai - minimalnya tidak gagap teknologi - kita bakal kalah melangkah. Pada akhirnya, kita layak berdiam diri di tempurung yang tak pernah terbuka lebar.

Saya dan Ibn Ghifarie kerap bercanda ketika menggambarkan kondisi kampus Islam, di mana masih banyak dihuni civitas akademik yang gaptek. Suatu hari, ini cerita anekdot lho, seorang dosen atau guru besar di sebuah perguruan tinggi didatangi pemeriksa dari instansi pemerintahan. Maksud kedatangannya tiada lain untuk menilik kesiapan kampusnya agar bisa terakreditasi secara memuaskan.

Singkat cerita, sang dosen atau guru besar itu ditanya oleh penilik dari Depdiknas, “maaf pak…blognya mana ya?”

Tanpa disangka dosen kampus Islam itu menjawab, “Oh…nggak dibawa pak. Lupa disimpan di perpustakaan pribadi rumah saya.”

Kendati itu anekdot, tapi kita mesti belajar dari kisah itu. Bahwa penguasaan internet bagi inelektual mutlak diperlukan. Minimalnya, dengan kategori “Internet Literacy”, bisa mengantarkan mereka yang masih awam agar dapat belajar lewat website ini. Sebab, saya tidak mengada-ada, di almamater kita masih ada dosen atau mahasiswa yang tidak bisa membuat e-mail, apalagi mengelola weblog. Pernah suatu ketika saya bertukar pikiran dengan seorang dosen di sebuah perguruan tinggi. Dengan mengejutkan, dia mengatakan bahwa yang penting buka e-mail, untuk mengirim dan menerima. Selebihnya, seperti ngeblog dan berjejaringan, itu adalah kebutuhan tersier (nggak penting).

Jujur saja, saya sempat marah. Namun, karena tidak mau membuat masalah, saya hanya diam saja. Seraya berbisik di dalam hati, “Lihat saja nanti. Apakah ngeblog dan berinternet merupakan kebutuhan tersier ataukah primer.” Secara material mungkin tidak begitu menguntungkan. Namun, keuntungan atau laba bukan hanya bersifat material. Ada banyak keuntungan yang akan diperoleh ketika kita aktif memanfaatkan internet. Salah satunya adalah membangun jaringan. Jangan terjadi, kejadian ketika akan mengembangkan jurusan kita gelagapan karena tidak mengetahui orang penting di sebuah media. H. Budhiana, guru saya di Harian Pikiran Rakyat, menyebut keuntungan tersebut menjadi filosofi laba-laba. Laba di sini, laba di sana.

Dengan web komunitas blogger Sunan Gunung Djati ini, dari dulu sampai sekarang saya menjadikannya sebagai kebutuhan primer. Tidak ada kamus kebutuhan tersier dalam hal kreativitas. Semuanya adalah penting sehingga dibangun secara sungguh-sungguh. Hari ini, Sunan Gunung Djati, tidak seksi untuk dilirik, namun beberapa bulan ke depan, dari web ini akan mendapatkan keuntungan-keuntungan yang tanpa dirasa telah kita peroleh. Minimalnya…, ada yang mentraktir makan siang di rumah makan demi mendengarkan cerita tentang proses menulis di web ini.

Jadi, bagi saya internet adalah kebutuhan yang tak bisa dilepaskan begitu saja oleh seorang intelektual. Oleh karena itu, kepada pengelola, saya hanya bisa menyampaikan usulan Badru, “Mangga ah…urang ngadamel kategori Internet Literacy”. Untuk sementara, penanggungjawab isinya bisa oleh siapa saja. Yang jelas, kita memberikan semacam panduan membuat civitas akademik melek internet. Di sini kan, ada TI? Kita todong saja mereka untuk membuat tulisan yang sederhana tentang penggunaan internet (e-mail, blog, digital social network, dsb).

Hatur nuhunnnn!

Ayo Ngeblog, Ayo Berkarya (Komunitas Blogger Sunan Gunung Djati)

BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: