1 November 2009

Kaos Grindustrial 2009 “Damn To Decay”

BAGIKAN

Beberapa Minggu lalu, saya dikirim gambar kaos via facebook. Sang pengirimnya, adalah seorang teman saya di pesantren dulu. Semasa di pesantren, dia adalah guru saya di bidang musik-musik Underground. Dari dia saya mengenal genre musik Punk Rock, Hard Core, OI, SKA, Trash Metal, Alternative, Grind Core, Black Metal dan genre yang lainnya. 8 tahun lamanya, saya tak pernah melirik musik-musik beraliran “cadas” ini. Sebab, saya ingin lebih memusatkan perhatian pada pendidikan saya di UIN Bandung.

Saya baru tahu, teman sesama di pesantren itu, sampai sekarang masih menjadi bagian dari aliran musik Underground. 8 tahun berlalu, sekarang ia masih menggandrungi musik-musik “cadas” itu dengan mendirikan band bernama “Damn To Decay”. Tak tanggung-tanggung, dia mengambil musik jalur keras, yakni aliran musik Grind Core. Saya tahu band ini darinya dan sempat mendengarkan demo musiknya di situs myspace.

Ternyata, demo lagu Bad System (ini adalah nama band saya dengan dia waktu di pesantren) berjudul “Friendship” diaransemen ulang ke dalam format musik Grind Core. Hasilnya, sungguh menghentak. Ada perubahan yang radikal, meskipun kunci gitarnya tak banyak perubahan. Masih menggunakan kunci grip yang digunakan pada masa kami aktif di Bad System. Band ini, dulu mengambil genre musik Punk Rock. Di mana saya hanya sekitar dua tahun menjadi pembetot bass.

Setelah itu, saya bersama kawan-kawan yang lain – sesama santri – mendirikan band beraliran Oi! Dengan nama “Teuing”. Inilah band terakhir saya….karena setelah selesai nyantri saya harus meneruskan kuliah di UIN Bandung. Dengan alasan itulah, sampai sekarang saya tidak pernah memainkan gitar dan bass. Dalam istilah urang Sunda, “Karaku…pararoho deui”. Saya sempat menolak keinginan teman saya untuk bergabung dengan Damn To Decay. Hehehe, tidak bisa lagi memainkan nada-nada bass dengan cepat, Om. Pokoknya, taluk ah….! Jawab saya ketika itu.

Nah dari pengalaman itulah, teman saya yang bernama alias Oncom padahal Asep Saefurahman, menitipkan kaos hasil kreasinya. Tak tanggung-tanggung, dia menyebut usahanya itu sebagai Grindustrial Production 2009. Kaos hitam yang dibandrol 65 rebu itu memiliki nilai artistik, utamanya pada desain huruf berwarna kuning keemasan disertai gambar di depannya. Sementara itu, pada belakang kaos, ada tulisan yang menggambarkan semangat menempuh aliran musik Grind Core.

Tulisan itu, “GRINDCORE OR GO FUCK YOURSELF” dengan gambar kepalan tangan yang sedang meninju not balok dari nada musik. Mungkin, filosofi gambar ini adalah keindahan bermusik bukan hanya pada musik yang ditata apik dengan not balok nada yang ribet. Tapi, adanya suara protes yang mesti disuarakan. Seperti dibilang seorang personil Sex Pistols, engkau tak perlu jago bermusik; tapi ada atau tidak suara yang mesti engkau sampaikan.

Tertarik dengan kaos ini, silakan hubungi 085294415207. Asli dari kreasi barudak Bandung lho…!


BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: