9 April 2010

Asyiknya Tulisan Nongkrong di Headline

BAGIKAN
Kompasianer yang berbahagia, hati saya kok berbunga-bunga ya? Apa penyebabnya? Apakah saya sedang berbahagia? Iya dong. Hari ini saya sedang berbahagia. Tulisan saya berjudul, “Mengintip Peluang Penerbitan Bukumu” bertengger di Headline kompasiana. Puas rasanya, karena ada di posisi paling atas web ini. Entah kebetulan atau tidak. Yang jelas, pengalaman ini harus dibagi-bagi ya…?


Untungnya juga ternyata banyak ketika tulisan kita ada di posisi headline kompasiana. Jumlah pengklik atau pembaca tulisannya bakal banyak. Ya, kalau dibandingkan dengan tulisan yang berada di posisi lain, hampir berbeda beberapa kali lipat.

Tulisan saya tersebut, tidak diniatkan untuk berada di headline kompasiana. Makanya, saya tidak mengupload photo atau gambar. Tanpa ba-bi-bu, saya langsung menulis dan mempostingnya. Eh.., setelah dicek beberapa menit kemudian, tulisan tersebut bertengger di headline kompasiana. Pokokna atoh pisan kuring mah, hehehe. Makasih…ya sudah percaya bahwa tulisan tersebut dibutuhkan kompasianer.

Saya sempat terbersit ingin tulisan berada di headline kompasiana. Tapi, keinginan tersebut tidak menjadi penghalang ketika tidak terwujud. Saya menulis terus, memposting, dan memberi komentar pada setiap tulisan saya di kompasiana. Betul kata guru menulis saya, bahwa menulis adalah perkara aktivitas. Soal keberuntungan itu urusan belakang. Saya memposting tulisan tanpa ada setitik niat bisa dipublikasikan di headline kompasiana. Murni, saya menulis untuk memelihara disiplin menulis saja. Karena menulis membutuhkan kedisiplinan yang terpelihara terus-menerus.

Sebelumnya, ada yang bertanya: bagaimana caranya membuat tulisan agar menjadi headline kompasiana? Apa saja kriterianya? Selain tulisan harus disertai dengan gambar, ternyata ada yang perlu dipertimbangkan kompasianer. Apa saja itu? Tulisan kita mesti memiliki nilai yang bermanfaat sehingga dapat memberikan informasi kepada kompasianer. Ini hanya pendapat saya saja. Karena saya yakin, admin kompasiana memiliki kebijakan lain, yang mungkin berbeda dengan media online lain.

Suatu ketika saya pernah membaca postingan Iskandarjet, lho. Di sana disebutkan, kalau artikel atau tulisan kompasiana ingin nampang di Headline, harus disertai photo. Tapi, persyaratan ini ternyata tidak menjadi jaminan tulisan kompasianer bakal bertengger di headline. Tulisan saya hari ini, misalnya, tidak disertai photo atau gambar ilustrasi tulisan. Tapi, toh, tetap berada di posisi headline? 

Okey.., mari kita lanjut ke pembahasan trik agar tulisan kita ada di posisi headline. Pertama, jangan pernah berobsesi parah ingin berada di posisi headline. Karena kalau terlalu obsesif, kita bakal kecewa ketika menongkrongi seharian tapi tulisan tak kunjug muncul di layar slide headline kompasiana. Rileks saja. Kalau anda dapat rileks, ini akan berefek pada kesehatan jantung anda. Selain itu, Anda akan terus menulis di kompasiana. Kalau Anda merasa tidak puas dengan kebijakan admin yang belum juga memampang tulisan anda di headline kompasiana, itu berbahaya lho. Anda akan kecewa, marah, dan akhirnya tidak ngeh dengan kavling gratis yang diberikan kompasiana. Jadi, bersabarlah mungkin tulisan anda belum waktunya berada di headline kompasiana. Kalau sudah waktunya, kan, tanpa ditunggu akan ada tulisan anda yang naik pangkat ke posisi headline.

Ini sekadar usulan buat admin kompasiana. Apakah kebijakan headline di kompasiana perlu direnovasi? Contohnya dengan menggunakan sistem penayangan dari berbagai kategori dalam satu minggu secara bergiliran. Hari Senin misalnya, bagian kompasianer yang memposting tulisannya di kategori edukasi. Selasa kategori ekonomi dan filsafat. Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu bagi kategori-kategori yang lain.

Dengan demikian kompasianer di tengah waktunya yang supersibuk, hehehe, dapat dengan mudah melihat apakah postingannya di kategori anu naik ke tangga headline kompasiana ataukah tidak. Kasihan, teman saya, sampai lehernya kesemutan (emang ada leher kesemutan? Ah ini permisalan, kan!) menunggui tulisannya di headline kompasiana. Dengan melakukan hal itu, kompasiana akan lebih terlihat elegan dan hebat.  Bravo kompasiana!!!
BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: