9 April 2010

Internet dan Mahasiswa BPI UIN Bandung

BAGIKAN
Kehadiran internet wajib direspon secara kreatif oleh mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Bandung. Dalam unsur-unsur bimbingan konseling ada yang disebut media, yakni sebuah alat untuk menghantarkan tersampainya materi bimbingan konseling. Media dalam konteks era cyber adalah kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Muhammad Surya, menyebut aktivitas konseling di dunia maya dengan “cybercounseling”. Di mana konselor atau pembimbing memanfaatkan akses internet dalam melakukan bimbingan dan konseling kepada khalayak banyak.

Hadirnya situs jejaring sosial (digital social network), seperti Facebook, twiter, plurk, netlog, dan sebagainya di dunia maya mesti dimanfaatkan buat kepentingan berjalannya proses bimbingan dan konseling. Kendati ada efek negatif dari kemajuan di bidang TIK, kita tidak arif kalau menutup mata. Bisa dibayangkan kalau kemajuan ini tidak disertai dengan penanaman etika berinternet, boleh jadi konten yang ada di internet akan mengarah pada kriminalisasi yang dapat mengaburkan norma serta etika para pengguna internet (user).
Efek kecanduan internet juga, yang cenderung pada merebaknya gejala “autisme sosial” harus mulai dipikirkan solusi yang diambil dari ajaran Islam. Maka, dengan alasan tersebut, kami sebagai civitas akademika BPI UIN Bandung membangun rumah kajian di dunia maya. Diharapkan rumah kajian ini dapat menguatkan etika, norma, dan moral para lulusan jurusan Bimbingan Penyuluhan Islam UIN Bandung.
Sehingga dengan hal itu, ke depan lulusan BPI akan memilki kemampuan memanfaatkan internet secara tepat, efektif, efisien, dan Islami, atau sebagai wahana mereguk pengetahuan yang sangat luas dari internet. Oleh karena itu, saya (Sukron Abdilah), pada tanggal 21 November 2009, mengajak seorang mahasiswa jurusan BPI yang menyenangi dunia tulis-menulis dan melek internet untuk membuat semacam komunitas blogger di dunia maya. Alhamdulillah, dengan sedikit usaha yang sungguh-sungguh pada akhirnya, rumah kajian ke-BPI-an berdiri tegak juga. Tentunya dengan keterbatasan finansial, rumah itu, tepatnya http://bloggerbpi.co.cc sekarang sudah bisa diakses.
Saya sebagai pengelola berharap, komunitas ini dapat dijadikan sebagai ajang mempelajari kehidupan, dan mengamalkan ajaran Islam. Sebab, mursyid (sebutan bagi pembimbing) adalah yang tidak terperdaya oleh kemajuan zaman. Termasuk tidak terperdaya oleh bujuk rayu internet. Sekian! Silakan Anda yang merasa lulusan dan mahasiswa BPI, serta mencintai BPI untuk berbagi di sini. Sebab, rumah ini adalah tempat untuk berbagi dan bertukar pikiran. Setiap materi tulisan dalam web komunitas ini, dianjurkan untuk tidak menghina dan mencela siapa pun. Pencela, dalam khazanah Islam merupakan orang yang akan dimasukkan ke dalam kebekuan hati sehingga tertutup untuk melakukan perbaikan.

BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: