8 April 2010

Taman Baca yang Asyik!

BAGIKAN
Kampung belajar dirancang sejak 2007 dan baru terwujud tahun 2008.  Sedikitnya ada delapan metode peningkatan belajar masyarakat, seperti aktivitas membaca, menulis, nonton film, berceritera, pengenalan alam termasuk flora dan fauna, lomba, out bound dan keterampilan. emua kegiatan itu dilakukan dengan pendekatan informal. Kampung Belajar juga membimbing anak yang sudah sekolah tetapi belum bisa membaca. 


Kegiatan sewaktu-waktu pada ibu-ibu seperti mengajarkan metode berceritera atau metode mendidik anak di rumah. Selain itu beberapa penyuluhan juga pernah dilakukan, hal ini dimaksudkan untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada anak di desa.
“Sebagai basis aktivitas, Kampung Belajar menyediakan taman bacaan termasuk tempat dan bahan bacaannya. Tidak semua aktivitas dilakukan di taman bacaan, tetapi di halaman atau alam terbuka. Dalam merealisasikan program-programnya, Kampung Belajar bekerjasama dengan beberapa lembaga seperti LBQ Pusdai, FKG Unpad, Kelompok Pecinta Bacaan Anak (KPBA) Jakarta, dan personal yang memiliki keahlian khusus, seperti berceritera atau yang lainnya.” Ujar Kelik Nursetyo, Sekretaris Koordinator Kampung Belajar, menjelaskan ikhwal program.
Dengan kondisi pendidikan di daerah pelosok yang kurang diperhatikan pemerintah, maka Kampung Belajar menjadi solusi kongkrit bagi persoalan pendidikan Indonesia, khususnya di Jawa Barat. (Sukron Abdilah]
BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: