6 June 2010

Benarkah Ini "Sex Narsis" Ala Luna Maya dan Ariel?

BAGIKAN
Energik, tinggi semampai, rambutnya terurai panjang, kulitnya putih bersih, hidung, mata, dan bibirnya seindah gemerlap mutiara. Sayangnya penampilan fisik Luna Maya, aktris multi-talenta itu, tidak terseleksi sebagai wanita pujaan hati saya. Hahaha…Makanya, ketika ada kabar dari Mas Iskandar di Kompasiana ikhwal video mesum Luna versus Ariel, saya belum/tidak akan mencarinya. Sebab Luna ialah aktris pavorit saya. Bahkan, Ariel juga musisi yang hingga hari ini saya tunggu karyanya setelah Peter Pan membubarkan diri.


Saya berharap Ariel dan Luna sudah melangsungkan pernikahan. Luna Maya memang sudah bikin geger dunia maya. Dia pernah terperangkap di twitter ketika “berkicau” marah kepada wartawan karena anaknya Ariel terserempet wartawan sampai menangis. Mencoba menyelami perasaan Luna, tentunya saya akan menemukan tumpukan cinta di dasar hatinya pada duda keren dari Bandung, Ariel. Kini, ketika geger di dunia mayantara kembali dicium publik, selebritas Luna dan Ariel kembali meroket. Betulkah pemain di video itu mereka berdua? Saya hanya bisa menebak: “Semoga saja bukan”. Kalau pun video itu berisi cinta mesra mereka, “biarin sajalah. Sebab, mereka [ini kecurigaan saya] sudah melangsungkan pernikahan”.

Yang jadi permasalahan ialah seputar “etika privat” yang dipertontonkan di ranah publik. Hubungan intim antara lelaki dan perempuan ialah naluri yang tak bisa diingkari siapa pun juga. Orang sekelas ustadz saja masih kegatelan menambah istri. Seorang tante-tante juga ada saja yang rela merogoh kocek untuk mendapatkan “berondong” spesial. Sex merupakan kebutuhan dasari umat manusia. Ukiran sejarah peradaban umat manusia dimulai dari pelampiasan nafsu sex umat manusia. Saya menyebut hubungan intim seksual merupakan kepanjangan tangan dari mewariskan sejarah ke generasi selanjutnya. Pernikahan, dalam Islam, kerap disebut sebagai kewajiban sejarah yang tak boleh dianggap sepele duapele. Dalam hukum Islam fiqhiyah, pernikahan [yang didalamnya ada bagian sex activity] adalah sunnah muakad. Dan, ketika salah satu pasangan [suami atau istri] menolak untuk melakukan hubungan seksual, berkah kehidupan tak akan menghampiri.

Kalau betul itu adalah video Luna dan Ariel, saya tak setuju kalau dikatakan “mesum”. Pendapat saya ini betul kalau saja Luna dan Ariel dua bulan lalu sedang melangsungkan bulan madu pernikahannya. Akan tetapi, pendapat saya salah kalau Luna dan Ariel belum resmi menjadi suami-istri. Terma “mesum” lebih tepat kalau diberikan pada video-video yang mempertontonkan free sex tanpa ikatan pernikahan. Kalau sudah terikat pernikahan, hubungan intim tersebut ialah ibadah. Jadi, sudahkah Luna Maya dan Ariel melangsungkan pernikahan? Wallahu’alam…Allah, mereka berdua dan wartawan infotainment lah yang lebih tahu.

Kehadiran internet memang telah menjadi media untuk menonjolkan diri sendiri. Narsis ialah istilah yang menggambarkan adanya kesombongan, keakuan, dan aktus “inilah gue sesungguhnya”. Penampilan fisik menjadi senjata ampuh untuk membuat orang lain berdecak kagum. Apa yang dilakukan Luna dan Ariel – terlepas dari status hubungan mereka berdua – merupakan potret sex narsis.
Saya bukan Mariska Lubis, kompasianer yang lihai menulis persoalan sex dari berbagai sudut pandang. Saya bukan dr. Boyke yang piawai menganalisis psikologi seksual manusia. Tentunya, dong, saya juga bukan Ariel, mantan vokalis Peter Pan, yang narsistik hingga menampakkan kegiatan privat [baca: seks] sebagai manusia normal kepada khalayak ramai.

Saya masih toleran kalau saja ada blogger yang narsis. Tetapi, kalau ada kegiatan seksual yang narsis, itu harus diberantas habis. Panduan “etika toilet” memang harus mulai diberikan pada netizen yang baru beberapa tahun mengenal teknologi informasi dan komunikasi ini. “Etika toilet” ialah istilah yang sering digunakan ketika berceramah kecil-kecilan di depan mahasiswa binaan saya.

Sederhananya, begini kawan: “Di WC atau kamar mandi kita bebas bertelanjang. Tidak memakai handuk. Tidak memakai celana dalam. Bahkan tidak ada sehelai kain menempel di tubuh kita. Sebab kita sedang berada di ruangan yang tepat. Tetapi ketika etika toilet digunakan di luar rumah, persoalannya akan menjadi lain. Kita akan berhadapan dengan etika halaman yang dihuni berbagai kalangan. Ada etika atau norma yang dibentuk masyarakat yang bersumber dari agama, bahwa berbagi sesuatu yang privat tidak dibolehkan. Ini Negara beragama dan beradab, bro. jadi, jangan sekali-kali narsis ketika Anda beraktivitas seksual dengan pasangan Anda. Matikan lampu. Jangan pernah menyalakan kamera mobile phone. Dan utamanya, baca terlebih dulu doa menurut keyakinan Anda masing-masing.”

“Memangnya video Luna Maya bisa diperoleh di mana nih? Sudahkah kamu mendownloadnya?” ujar teman saya.

“Hehe…nggak ah, soalnya Luna Maya bukan selera kelas saya. Jujur nih, saya lebih suka perempuan impor…hahaha”. Hanya intermezzo….

Pesan Ustad saya waktu di pesantren di antaranya: jangan pernah narsis ketika berduaan dengan pasangan Anda. Ikatlah hubungan dengan tali pernikahan. Jangan di tempat terbuka atau umum. Berikan suasana privat untuk Anda dan pasangannya. By the way, kapan ya saya bisa seperti ini. Wakakkkkkkkkkakakakkkkkkkk!
BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: