6 June 2010

Bolehkah Berbagi Artikel Majalah Zaman (1983)?

BAGIKAN
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), bagi saya telah menjadi bagian hidup. Saya sadar kemampuan menulis, kebiasaan berdiskusi, dan pemahaman “Islam jalan tengah” diperoleh ketika aktif di organisasi ini. Kini, setelah saya tak lagi menjadi mahasiswa perasaan kangen memuncaki ubun-ubun. Saya merindukan suasana itu terulang kembali. Di kompasiana inilah saya kembali bertemu dengan senior saya, kang Syafaat. Rasanya, dialah yang telah membentuk saya untuk menjadi full writer ketika aktif di organisasi kemahasiswaan ini.

Setahun lalu, saya mencoba membuka almari di sekretariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) UIN Bandung. Sekretariat yang nomaden membuat saya – selaku senior – harus membereskan arsip, buku, majalah, Koran, dan proposal kegiatan kalau hendak pindah tempat. Ketika almari itu terbuka lebar, bau naskah lama merebak merangsang indera penciuman. Di almari itu saya menemukan bundel majalah Zaman yang terbit April-Juni 1983. Majalah Zaman terbit satu minggu sekali dengan slogan “mingguan untuk seluruh keluarga”. Usianya lebih muda satu tahun dari saya. Bahasanya enak dikonsumsi. Aroma sastrawi gaya penulisan dalam majalah ini mengundang gairah membaca saya.

Ada sosok Stephen Hawking, beberapa pejabat pemerintahan yang jujur, hingga tokoh fasisme-Nazi Adolf Hitler, mewarnai isi majalah. Laporan jurnalistik yang dikemas sastrawi menjadikan saya betah membaca sosok yang diangkat dalam majalah ini. Di box redaksi ada bertengger nama Goenawan Muhammad (Pemimpin Redaksi), Putu Wijaya (Redaktur Pelaksana), dan Danarto (Sidang Redaksi). Mereka bertiga inilah yang saya tahu namanya lewat karya tulisnya yang memukau jagad penulisan sastra di Indonesia. Saya beranggapan bahwa Majalah Zaman ialah bentuk lama dari Majalah Tempo kini.

Membaca isi Majalah Zaman dengan berbagai sosok yang unik dan hebat dengan tampilan kertas yang menua, membuat saya termotivasi. Menulis dalam bentuk apa pun (baik cetak maupun online) merupakan keniscayaan. Menulis menyadarkan saya akan melintasi ruang dan waktu. Imam Al-Ghazali yang telah berabad-abad wafat, karyanya hingga kini masih dapat saya nikmati. Kitab Ihya Ulumuddin ialah karya tulisnya yang menjadi bacaan pavorit saya. Dengan penerjemahan yang dilakukan penerbit di Indonesia, saya beranggapan Imam Al-Ghazali telah menghidupi jutaan orang di seluruh dunia. Mulai dari penulis, pembaca, penerbit, designer, lay outer, editor, dan pemilik modal. Mereka semua memperoleh sepercik rezeki yang diinisiasi karya-karya Imam Al-Ghazali.

Kenangan yang terindah dari sang senior itu kini mulai saya baca satu persatu. Ketika tiap artikel selesai saya baca, meruak niat untuk berbagi artikel lawas itu di kompasiana. Akan tetapi saya takut diklaim plagiator. Saya takut hal itu berbenturan dengan etika blogger dan penulis. Sementara saya seorang penulis yang tidak bergaya copy paste karya orang lain. Kepada kompasianer, wabilkhusus admin kompasiana bolehkah saya berbagi artikel di Majalah Zaman yang dikutip langsung? Tentunya dengan menyebutkan sumber rujukan yang seratus persen diambil dari majalah tersebut. Kalau pun tidak boleh, tidak apa-apa. Saya akan membaca hadiah terindah dari sang senior saya di IMM UIN Bandung, Syafaat. Kebetulan, dia juga merupakan salah satu kompasianer.

Kalau saya dibolehkan berbagi artikel Majalah Zaman edisi April-Juni 1983 di rumah sehat kompasiana ini, insyaallah saya berterima kasih pada Anda. Sebab, suwerr lho, artikel-artikelnya sangat inspiratif dan bermanfaat. Saya akan menyertakan penulis aslinya..tahun, edisi, dan halaman yang dijadikan sumber kutipan. Berikut ini daftar artikel yang saya pilih secara acak dari Majalah tersebut dari Edisi 14 Mei 1983. Ke depan kalau dibolehkan akan saya mulai dari terbitan edisi April s.d Juni 1983.

1. Catatan Hitler yang Menggegerkan (Redaksi, Zaman 14 Mei 1983. Hal 6-10).
2. Pembiakan Bayi Calon Astronaut (Redaksi, Zaman 14 Mei 1983. Hal 18-19).
3. Teladan Karena KB (Bersihar Lubis, Zaman 14 Mei 1983. Hal 43-45).
4. Sehari dengan Idris Sardi (Redaksi, Zaman 14 Mei 1983. Hal 52-56).
5. Petualangan Daniel Boone (G.E.R. Gani, Zaman 14 Mei 1983. Hal 64).
BAGIKAN

Penulis: verified_user

2 komentar:

cecep hasanuddin said...

Saya kira boleh saja membagikan itu, asal sesuai dengan etika pengutipan. Sebab, barangkali ada orang yang belum tahu info tentang rencana yang Anda bagikan. Ayo...cepet!

Sukron Abdilah said...

oke...nanti kalau ada waktu saya tulis kembali dengan metode MUD...