19 June 2010

Nabi Muhammad Dihina Lagi: Seputar Tautan di FB Sunan Gunung Djati

BAGIKAN
Teman saya, yang sedang mengupdate koran online, untuk dibagikan [tautkan] di alamat Facebooknya menuai cacian dari berbagai kalangan. Saya merasa sedikit heran dengan ketidaktahuan, pengguna Facebook dari kalangan orang Islam, khususnya, alumni UIN Bandung. Niat baik teman saya yang sedang giliran tugas, ternyata disalah-artikan oleh para pengunjung FB Sunan Gunung Djati. Melihat beberapa komentar yang dilayangkan terasa menyudutkan Sunan Gunung Djati.



Ada yang marah, sedikit bijak, bahkan ada yang sampai melabelkan Sunan Gunung Djati dengan lembaga pendidikan Islam. Semuanya terlihat tidak mampu menafsirkan tautan tersebut. Mungkin, mereka ketika kuliah di UIN Bandung — buat alumni — berpegang pada paham skripturalistik-tekstual. Sehingga ini berpengaruh pada reaksi yang tak perlu ketika Sunan Gunung Djati menautkan berita tentang Pelecehan terhadap Nabi Muhammad SAW, yang dicurigai dibuat oleh warga Indonesia. Silakan lihat halaman Grup ini.

Facebook adalah jejaring sosial yang dapat digunakan untuk berbagi informasi. Dan, dalam kaidah jurnalistik ada yang disebut dengan ideologi pemberitaan. Nah, dengan menyertakan tautan berita atau halaman facebook yang berisi caci maki terhadap Nabi Muhammad, hal itu posisinya sama dengan pemberi kabar. Ingat, kabar itu ada yang terkategori “baik” dan “buruk”. Kalau kita lihat dari perspektif ini, tautan yang dikirim Sunan Gunung Djati di FB-nya seumpama orang yang mengabarkan bahwa ada pembunuhan terhadap seseorang. Coba kita pikirkan, apakah salah orang yang menyampaikan kabar bahwa di kampung A ada terjadi pembunuhan? Samakah posisinya berdosa bagaikan sang pembunuh? Saya dan Anda pasti tidak berani menjawab bahwa orang tersebut termasuk berdosa seperti halnya pembunuh tersebut.

Bagi yang ngomentar dengan reaksi yang berlebihan dan bahkan sampai menyudutkan Sunan Gunung Djati, hal itu dirasa sebagai bentuk “ketidaktahuan” kita terhadap apa yang disebut dengan jejaring sosial. Kalau orang Islam mengaku dan mengimani Muhammad sebagai manusia suci, tak ada salahnya kalau kita berbagi informasi dari luar sana, ikhwal halaman Group Facebook yang menodai kesucian baginda Nabi kita semua.

Dengan postingan ini, saya terus mendukung Sunan Gunung Djati, baik di situsnya maupun di akun Facebook-nya untuk tetap membagikan informasi yang bermanfaat. Tautan itu, saya pikir, dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan pada kita, bahwa ada Halaman Facebook yang berulah lagi. Di Facebook ada fasilitas “Laporkan” yang dapat kita gunakan untuk melaporkan konten halaman atau akun facebook yang memperkeruh suasana relasi di dunia maya.

Anda yang berkomentar reaktif dan tak memperdalami maksud teman saya, yang mentautkan berita dari HU Republika, tentunya harus belajar kembali tentang penggunaan facebook. Situs jejaring sosial ini, jangan hanya digunakan untuk chatting, ngomentar; tetapi berbagai informasi apa saja. Mungkin Anda [bagi komentator seputar tautan di FB Sunan Gunung Djati] akan memiliki wawasan seputar kebencian seseorang terhadap Islam. Mungkin juga komentator akan merasakan manfaat lain, yang tak bisa saya tuliskan di sini.

FB Sunan Gunung Djati bukan bagian dari Birokrat kampus UIN Bandung. Situs ini didirikan oleh sembilan orang, termasuk saya, Ibn Ghifarie dan 7 orang mahasiswa yang kini sudah menjadi alumni. Jadi ketika ada sesuatu yang mengejutkan, jangan bawa-bawa lembaga pendidikan [baca UIN Bandung]. Dari sisi biaya, SDM, dan SDP,; kami swadaya alias mandiri. Kami tidak digaji oleh pihak kampus UIN Bandung. Jadi kami (situs ini) dan FB Sunan Gunung Djati sepenuhnya independent. Kalau tak senang dengan tautan itu [cat: yang dibagikan Sunan Gunung Djati], dimana isinya memojokkan umat Islam, kita tidak perlu marah.

Cukup dengan mengunjungi halaman tersebut dan lakukan aksi “melaporkan” halaman group itu kepada pihak Facebook. Kalau yang melaporkan melebihi jumlah anggota dari halaman tersebut, Insyaallah facebook juga akan dengan senang hati menutup halaman tersebut. Kalau perlu, kita melaporkan pengguna facebook yang menginisiasi berdirinya halaman tersebut. Allahuakbar….jihad digital bagi saya, ialah mencoba melakukan penetrasi terhadap kemunculan halaman-halaman di jejaring sosial yang dapat memperkeruh keharmonisan relasi antar pemeluk agama.

NB: situs http://www.sunangunungdjati.com dan FB Sunan Gunung Djati bukan situs resmi kampus UIN Bandung. Ini situs, murni dikelola secara mandiri oleh kami. Adapun yang memberikan gaji, saya masih yakin bahwa Tuhanlah yang memberikan kami penghidupan [Allah Nu Ngagaji mah].
sumber yang ditautkan oleh Sunan GUnung Djati di sini
BAGIKAN

Penulis: verified_user

2 komentar:

dudi rustandi said...

muhun mang, sami disangkana sunan gunung djati anu mublikasikeun tentang penghinaan ka jungjunan rang sadaya....

Sukron Abdilah said...

ooo...kitu nya...advokasi atuh..kang dudi.