5 July 2010

Ragamnya Baju Politik Kompasianer

BAGIKAN
Baju atau lengkapnya pakaian [celana dalam, kaos oblong, baju, dan celana] di dunia ini sangatlah beragam. Dari segi harga, ada yang mahal; bahkan ada yang murah. Seorang tetangga kosan saya, malah mendapatkan baju dengan cuma-cuma. Itu dari segi harga dan tak berharga. Kemudian dari segi warna, ada yang biru, merah, kuning, hijau, hitam-putih, dan warna-warna lainnya. Pun yang terjadi di rumah sehat kompasiana ini. Setiap kompasianer, tentunya memiliki baju yang berbeda-beda.

Baju yang saya maksud dalam tulisan ini ialah partai politik. Warna biru-putih yang mendominasi tampilan kompasiana, saya yakin tidak menggambarkan bahwa seluruh kompasianer memilih Partai Demokrat atau PAN dalam garis politiknya. Tidak ya? Sebab, baju politik yang dipakai kompasianer di sini sangat beragam. Omjay misalnya, dengan saya pasti berbeda soal partai politik yang digemarinya. Kalau Omjay lebih menjatuh hatikan cintanya pada satu parpol, saya mencintai semuanya. Bahkan, pada suatu kesempatan [misalnya hari ini] saya tidak mencintai semua parpol yang ada di Indonesia. Meskipun, Ulil ABsar Abdalla melancong ke Partai Demokrat, saya tetap tidak mencintai partai demokrat.

Bahkan, begitu juga dengan kebijakan ayah saya, yang memilih Golkar sebagai partai politik kesayangannya, hingga akhir hayat. Saya tak begitu jatuh cinta pada Golkar. Saya jadi berpikir, kalau tidak menyukai berbagai baju politik di Indonesia, harus pakai baju apa ya? Apakah saya tidak akan pernah memakai baju politik mana pun.

Ini soal pilihan. Bukan soal suka atau tidak suka. Biarlah saya dianggap sebagai orang yang tak pernah memakai baju. Karena baju saat ini sudah nggak enak lagi dipakai. Gerah….! Maaf….adakah yang memakai baju partai golongan putih di kompasiana? Ayo ngacung!!!!!! hehe
BAGIKAN

Penulis: verified_user

0 komentar: