31 December 2010

Tabungan Shar’e Nggak Ribet Buat Mahasiswa!

BAGIKAN
Kini Negara Indonesia bagai surga bagi Bank Syariah. Peningkatan aset dan kantor Bank Syariah di Indonesia mengindikasikan menggeliatnya perekonomian berbasis nilai. Berdasarkan data perbankan syariah Bank Indonesia, per Oktober 2010, aset Bank Syariah mencapai Rp. 86 triliun, di mana pada tahun 2009 asetnya mencapai Rp. 60 triliun. Ini berarti peningkatannya mencapai 23,4 persen pada akhir tahun ini. Tak hanya peningkatan aset. Dengan bertambahnya kantor Bank Syariah di Indonesia indikasi meningkatnya aktivitas ekonomi Islami. Pada 2009, jumlah kantor Bank Syariah di Indonesia sekitar 550 unit, dan pada tahun 2010 meningkat tiga kali lipat menjadi 1.660 kantor.

Betul juga gubahan pepatah, “Menabung adalah pangkal kaya.” Itulah kiranya kalimat yang cocok untuk menumbuhkan aktivitas berhemat dalam diri generasi muda. Karena itu, mahasiswa – sebagai generasi muda – sejatinya membiasakan diri menabung di Bank untuk bekal di masa mendatang. Bank Muamalat, yang berdiri sejak 1992, mengeluarkan produk tabungan yang dapat digunakan mahasiswa. Salah satunya tabungan Shar’e, yang hanya membutuhkan uang simpanan awal sebesar Rp. 100.000.

Ripqi Dzulfikor, salah satu mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) SGD Bandung, merasakan manfaat yang begitu besar dari Bank Syariah, Muamalat. Di Bank Muamalat tersedia tabungan Shar’e yang cocok untuk kocek mahasiswa. “Sangat mudah, nggak ribet, dan tidak terkena chas ketika mengambil uang dari ATM bersama. Itulah kenapa saya memilih membuka rekening di Bank Muamalat. Selain alasan syariat, saya menabung di Bank Muamalat untuk kepentingan transfer uang dari kampung.” Ujar mahasiswa semester V jurusan Muamalah UIN SGD Bandung ini.

Kemudahan transfer juga menjadi alasan kenapa mahasiswa di UIN SGD Bandung membuka rekening dengan menggunakan tabungan Shar’e. “Dengan rekening Shar’e keluarga di kampung halaman dapat mengirim uang dari kantor pos yang sudah online. Inilah kelebihan dari rekening tabungan Shar’e.” Sambung Ripqi di sela-sela istirahatnya di kostan, jalan AH Nasution, Gg. Kujang No 13 Cibiru Bandung, Jumat (31/12/2010).

Kendati banyak Bank bertebaran, pemilihan Bank Syariah sebagai tempat menyimpan uang lebih diinisiasi alasan agama dan prosesnya yang tidak njelimet. Dalam menjalankan syariat Islam secara fiqhiyah tidak boleh setengah-setengah. Maka, diperlukan juga sebuah pengelolaan modal ekonomi dengan bingkai ajaran Islam. Hal ini diamini, Sitta R Muslimah, Bendahara Alumni angkatan 2002 kelas C Jurusan Bimbingan dan Penyuluhan Islam, UIN SGD Bandung. “Agar berkah dan pengurusan rekeningnya nggak ribet. Dengan menabung di Bank Syariah, itu tandanya kita sudah menjalankan praktek ekonomi yang bernilai ibadah. Kelebihan rekening tabungan Shar’e ialah akan mendapatkan keuntungan bagi hasil ketika tabungan sudah mencapai Rp. 10.000.000.”  Ujar Mahasiswa Program Pascasarjana Bimbingan dan Konseling UPI Bandung ini, saat dihubungi via telepon.

Membuka rekening di Bank Syariah dengan menjadi nasabah dinilai dapat menjadikan hidup lebih Islami.  Sehingga, sebagai salah satu Bank berbasis Islam, tak heran kalau Bank Muamalat dijadikan pilihan untuk menyimpan uang oleh nasabah dari kalangan mahasiswa muslim.

Itulah wawancara yang saya lakukan dengan dua nasabah yang sudah membuka rekening tabungan Shar’e di Bank Muamalat. Sebetulnya banyak mahasiswa UIN SGD Bandung, yang membuka rekening tabungan Shar’e di Bank Muamalat Ujungberung. Akan tetapi, hanya dua orang saja yang saya masukan dalam tulisan ini, sebab hampir seluruhnya berpendapat sama tentang alasan kenapa membuka rekening di Bank Muamalat. Selamat Menabung…sebab menabung pangkal kaya. Hahaha
BAGIKAN

Penulis: verified_user