10 January 2011

Muhammadiyah: Membangun Kerjasama Nyar’I dengan Bank Syariah

BAGIKAN
Muhammadiyah merupakan salah satu organisasi modern, yang maju dan progresif. Setelah satu abad kehadirannya di Indonesia, Muhammadiyah hampir berperan penuh dalam membangun bangsa ini bila dibandingkan dengan pemerintah. Buya Syafi’i Ma’arif malah pernah berujar, Negara Indonesia harus berguru pada Muhammadiyah karena pengalamannya. Indonesia lahir tahun 1945. Sedangkan Muhammadiyah lahir 1912.

Kelebihan Muhammadiyah adalah amal usaha yang dimiliki setiap Cabang. Ketika mendirikan Cabang Muhammadiyah di suatu daerah, disyaratkan harus memiliki amal usaha. Entah itu sekolah, panti asuhan, apotek, rumah bersalin, koperasi, atau lembaga usaha lainnya. Salah satu cabang Muhammadiyah di Jawa Barat yang maju secara ekonomi adalah Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Sukajadi. Di cabang tersebut terdapat amal usaha seperti mini market (Markaz), penginapan, Cafetaria, ruko, panti asuhan bayi sehat, sekolah, koperasi, dan kompleks perumahan di daerah Subang. Dari amal usaha yang didirikan itu, mampu menghasilkan omzet miliaran per tahun.

Oleh Karena itu, PT Bank Syariah Bukopin (BSB) pernah menyelenggarakan acara Customer Gathering dengan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Barat,  di  Hotel Takashimaya, Jl.Grand Hotel N0.35 Lembang – Bandung. Pada kesempatan itu, dijelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mengali potensi pembiayaan dan penghimpunan dana pihak ketiga, BSB membuat program khusus untuk eksistensi dan potensi amal usaha Muhammadiyah sebagai asset Persyarikatan Muhammadiyah yang banyak tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Program yang ditelurkan oleh BSB itu dirancang untuk pembiayaan amal usaha Muhammadiyah dengan berbagai bentuk program, yakni: pengelolaan keuangan (cash management), payment point, jaringan outlet, di mana BSB sebagai bank operasional Muhammadiyah, pengembangan lembaga keuangan mikro, dan pengembangan dana-dana sosial (CSR dan LAZIS).

Produk Bank Syariah Bukopin di antaranya: Tabungan iB SiAga , Tabungan iB SiAga Bisnis, Tabungan iB Rencana, TabunganKu iB, Tabungan iB Haji, Deposito iB, dan Giro iB.  Sementara layanan pembiayaan bisa melalui iB Jual-Beli (murabahah), iB bagi Hasil (musyarakah), iB bagi hasil (mudharabah), iB investasi terikat (mudharabah muqayyadah), iB K3A Pola Syariah, iB Pemilikan Rumah, iB Pemilikan Mobil,  iB KPPA-Relending, iB Perjalanan Haji, iB Jaminan Tunai, dan iB Istishna parallel.  Sementara produk jasa (service) yang ditawarkan Bank Syariah Bukopin yaitu Kartu ATM SiAga,  Kartu SiAga , Visa Elektron, SMS Banking, Internet Banking, Phone banking, Save deposit box, Transfer, Kliring, Inkaso, RTGS, Payment point, dan SKBDN iB.

Diharapkan dengan kerjasama ini dapat mengembangkan amal usaha Muhammadiyah agar lebih produktif. Suhada, Ketua PCM Sukajadi, mengatakan jumlah amal Usaha Muhammadiyah di Jawa Barat berpotensi secara ekonomi kalau dikelola dengan sungguh-sungguh. “Amal usaha di Muhammadiyah Jawa Barat jumlahnya sekitar 1.343 unit. Kalau dikelola secara profesional akan mendatangkan keuntungan ekonomi bagi warga muhammadiyah dan sekitarnya. Potensi ekonomi dalam amal usaha Muhammadiyah membutuhkan sebuah proses pengembangan (saya – improvement), sehingga lebih diarahkan pada pembentukan korporasi, yang keuntungannya dapat disalurkan untuk kepentingan kemanusiaan. Misalnya, ketika panti asuhan atau sekolah membutuhkan suntikan dana, dapat diperoleh dari keuntungan usaha yang dikembangkan PCM Sukajadi.” Katanya.

Pengelolaan amal usaha di PCM Sukajadi telah mengarah pada profesionalitas. Ini dibuktikan dengan berdirinya amal usaha yang bersifat korporasi dan mendatangkan profit keuntungan bagi Muhammadiyah. Dari sisi permodalan untuk menunjang kegiatan usaha, PCM Sukajadi mengajukannya kepada pihak Bank. Baik Bank yang konvensional maupun Bank syariah dengan mengajukan proposal usaha.

“PCM Sukajadi mendirikan usaha yang bersifat korporasi dilatarbelakangi dengan realitas pemasukan untuk Muhammadiyah yang kecil karena hanya mengelola amal usaha yang bersifat kemanusiaan. Untuk memenuhi biaya operasional amal usaha tersebut, maka dirancang sebuah amal usaha yang memiliki kegiatan ekonomi menjanjikan. Dari situlah kami bersama para pengurus di PCM Sukajadi berinisiatif mengajukan proposal usaha kepada pihak bank. Selain Bank Konvensional, untuk permodalan dua tahun ke belakang, kami mengajukan pinjaman modal kepada Bank Syariah. Dan, Alhamdulillah hingga kini pinjaman tersebut dapat dibayar sesuai dengan akad.” Katanya.

Menurut Iu Rusliana, pemerhati ekonomi kreatif, yang ditemui di sela-sela isirahatnya di Cibiru, Bandung (03/01/2010), organisasi sebesar Muhammadiyah sejatinya mengarahkan sebagian tanah wakafnya untuk usaha-usaha produktif. Hal ini, akan menjadi sokongan perjuangan bagi lembaga-lembaga usaha Muhammadiyah di sektor kemanusiaan. Dan, sebagai salah satu wujud dari kemandirian ekonomi di tubuh Muhammadiyah. PCM Sukajadi, lanjutnya, dapat dijadikan sebagai pilot project kemandirian tersebut. Tanpa mengandalkan bantuan dari pemerintahan, karena sudah memiliki usaha-usaha yang produktif, keuntungannya dapat disalurkan kepada lembaga-lembaga kemanusiaan yang berada dalam naungan Muhammadiyah.

“Lihat saja perkembangan ekonomi di PCM Sukajadi. Dengan pengelolaan yang modern dan manajemen yang agak baik, Muhammadiyah di sana dapat berkembang pesat secara ekonomi. Sehingga tidak salah kalau PCM Sukajadi diberikan penghargaan oleh PP Muhammadiyah sebagai cabang percontohan di Jawa Barat. Apalagi kalau setiap Cabang Muhammadiyah ke depan dapat membangun kerjasama dengan Bank Syariah melalui prinsip mudharabah dan musyarakah, ketika mengelola usahanya. Dapat dipastikan keberkahan ekonomi akan diperoleh karena Bank Syariah tidak hanya memberikan keuntungan material. Tetapi juga keuntungan yang bersifat spiritual.” Ujarnya.
BAGIKAN

Penulis: verified_user